Solusi Hasil Print Terpotong

Ngeprint menjadi kegiatan yang sering dilakuakan terutama bagi pelajar ataupun pekerja dalam menyusun laporan. Tak jarang, dalam mencetak dokumen kita mengalami kendala. Seperti hasil cetak buram, tinta luber, indikator tinta habis padahal tinta masih ada, atau yang sering terjadi hasil cetakan di kertas terpotong. Mungkin permasalahan ini terlihat sepele bagi kalian yang sudah terbiasa atau bahkan ahli dalam urusan komouter dan printer. Namun beda halanya bagi orang awam seperti saya. Masalah cetakan terpotong tentu sangat menjengkelkan. Apalagi jika baru l ketahuan pada saat telah mencetak berpuluh-puluh halaman. Bisa habis waktu,  tinta dan kertas kalau begitu. Kalau di rental printer bakalan rugi di ongkos. 
Hal ini berawal dari membuat dokumen dalam format kertas folio alias F4. Ukuran ini memang relatif sering digunakan di Indonesia, selain ukuran A4 tentunya. Hampir semua tempat fotokopian menggunakan ukuran kertas ini sebagai ukuran default. Anehnya di Microsoft Office tak ada pilihan kertas ukuran F4 ini. Mungkin karena kertas ini adalah standar tradisional eropa yang telah digantikan dengan standar ukuran seri A. Sebagai orang awam, waktu itu saya langsung saja pilih ukuran Legal. Karena saya pikir itu adalah ukuran yang sama dengan kertaa F4 atau folio. Semuanya terlihat normal. Karena ukurannya memang terlihat mirip saja ketika di layar laptop. Namun pas dicetak, ternyata hasilnya terpotong. Tidak seperti yang ditampilkan di layar. Bagian bawah hasil cetakan terpotong sebagian. Sehingga mau tidak mau harus dicetak ulang. Usut punya usut, setelah pencarian di Google, ternyata kertas legal dan folio itu adalah ukuran yang berbeda. Berikut adalah data beberapa ukuran kertas:
A4: 21 cm x 29,7 cm
F4: 21,6 cm x 33 cm
Legal : 21,6 cm x 35,6 cm
Quarto : 21,6 cm x 27,5 cm
Letter : 21,6 cm x 27,9 cm

Terlihat mirip-mirip kan ukurannya. Jika mencetak tak sampai penuh halaman mungkin tak masalah tapi kalau full sampai bawah kemungkinan terpotong. Jadi solusi nya, adalah dengan merubah ukuran kertas pada saat pengetikan dan pengeprint an. Walaupun tidak tersedia pilihannya di Microsoft Office, namun kita tetap bisa menambahkan ukuran kertas, dengan memilih ukuran custom size. Baik pada saat pengetikan ataupun ngeprint.
Tapi untuk lebih memudahkankita simpan ukuran kertas tersebut, sehingga saat nantinya kita akan menggunakan nya lagi, kita tak perlu mengatur manual. Caranya:
1. Masuk ke control panel, ada beberapa cara salah satunya klik kanan pada ikon start menu kemudian pilih control panel.
2. Pilih menu devices and printers, kemudian cari printer yang digunakan.
3. Klik kanan pada ikon printer yang digunakan, kemudian pilih Printing preferences.
4. Pada jendela pengaturan printer, klik pada paper size, kemudian pilih User Defined.
5. Tentukan nama kertas pada kolom paper size name, lalu atur ukuran lebar dan tinggi kertas. Pastikan unit yang digunakan sesuai dengan angka yang dimasukan. Kemudian tekan save untuk menyimpan nya.
6. Sekarang kita rubah ukuran kertas pada ms word. Maka akan muncul pilihan ukuran kertay yang telah dibuat.
7. Pastikan pilih kertas yang sama saat ngeprint.
Akhirnya hasil cetakan pada kertas folio (F4) sudah tidak terpotong lagi.

Selain kertas folio dan legal yang sering tertukar, kadang juga kertas A4 dan Letter ataupun quarto yang tertukar. Memang ketika dilihat di layar laptop hampir terlihat sama. Namun pada saat dicetak kemungkinan akan terpotong jika kertaanya tidak sesuai. Oleh karenanya pastikan memilih kertas yang sesuai pada saat pengetikan dan pengeprint an. Karena jika merubah ukuran kertas setelah semuanya beres, tentu kita harus merapikan layout nya lagi. Karena kemungkinan hasil kerikan menjadi berantakan. Sehingga menambah lagi pekerjaan. Memang terlihat sepele, tapi jika tak tahu solusinya akan sangat menjengkelkan. Bisa-bisa bukannya merubah ukuran kertas malah merubah ukuran hurufnya agar muat. Yang jelas ukuran kertas  folio (F4) itu tidak sama dengan ukuran Legal.



Bagikan Ke:

Komentar:

Komentar